MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW


MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW

star0015

        Disini dikisahkan beberapa dari sekian banyak mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Mabi muhammad saw.

Dipotongnya Rambut Nabi SAW

Ketika Nabi Muhammad saw sedang membaca Al Qur’an pada malam Senin di rumahnya, datanglah Malaikat Jibril menemuinya.

Jibril segera berbicara kepada Rasulullah saw, "Aku membawa perintah dari Tuhan Yang Mahasuci, bahwa rambut Anda harus dipotong, dan jangan khawatir."

Nabi saw berkata, "Hai Jibril, siapakah yang akan menghadapiku nanti. Dan siapa yang mencukurnya. Dari mana pakaiannya yang akan kupakai nanti."

Malaikat Jibril menyampaikan pertanyaan tersebut kepada Allah SWT. Katanya, "Ya Tuhanku, aku datang akan mengabarkan bahwa kekasihmu benar-benar telah rela atas perintah keharusan dipotong rambut. Tetapi sekarang ini, ya Tuhan, ada permohonannya, bahwa siapa yang mendapat ijin menyaksikan ketika kekasihmu dipotong. Siapa yang memotongnya, dan juga dari mana Allah akan memberi pakaiannya."

Allah berfirman kepada Jibril bahwa yang akan memotongnya adalah Jibril, yang berdiri di hadapannya adalah cahaya Sang Pencipta langit dan bumi sedangkan pakaiannya diambil dari sorga, selembar daun pohon Tuba yang berwarna hijau dengan cahayanya yang bening. Anugerah Allah kepada Nabi Muhammad saw melebihi atas semua nabi dan rasul.

Read the rest of this entry »

TUMPAHNYA AIR LANGIT


TUMPAHNYA AIR LANGIT

1600_200

Banjir Merendam Dunia

              Nabi Nuh a.s. nama aslinya adalah Syakirin bin Malik bin Manuskah bin Idris. Beliau hidup setelah 1056 tahun wafatnya Nabi Adam Dinamai Nuh karena sangat seringnya ia menangis menyaksikan kaumnya yang menyembah berhala dan penolakannya terhadap ajaran-ajaran Allah SWT yang dibawanya. Berhala-berhala sesembahan itu ada yang bernama Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr. Pada umur empat puluh tahun, ia dikaruniai nubuat (kenabian) Selama beberapa tahun hanya seratus laki-laki dan perempuan yang mau mengikuti seruannya untuk masuk agama Islam.

Nabi Nuh a.s. diperintahkan oleh Allah SWT agar pada setiap pagi selalu menyeru kepada kaumnya di Kufah. "Hai kaumku yang lalai dengan dunia dan permainan, katakan olehmu ‘Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah”, Tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi Dia’," demikian ucap sang Nabi. “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui" (Q.S. 71: 2-4).

Namun dakwah Nabi Nuh a.s. tersebut malah menimbulkan keheranan di kalangan kaumnya, sebab selama ini mereka hanya mengikuti keyakinan yang diterimanya secara turun-temurun dalam menyembah berhala. Ketika Nabi Nuh a.s. tengah berdakwah, sebagian dari kaumnya malah menutup telinganya, sebagian dari mereka menutupi kepalanya dengan kain, dan sebagian yang lainnya berlarian menghindari ajakan dakwah sang Nabi. Bahkan pernah di satu kesempatan dakwahnya, Nabi Nuh a.s. dihantam dengan palu oleh salah seorang kaumnya.

Read the rest of this entry »

MENGELILINGI LANGIT BERSAMA NABI SULAIMAN


MENGELILINGI LANGIT BERSAMA NABI SULAIMAN

star0002

         “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan. Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman". (Q.S. 27:15)

Nabi Sulaiman adalah seorang nabi yang kehidupannya banyak diliputi oleh keajaiban-keajaiban. Dari mulai pengalaman mistisnya hingga kepemilikan kekayaan duniawinya begitu mencengangkan siapapun. Tentunya sebagai seorang nabi, itu semua adalah karena mukjizat yang datang dari Allah SWT semata untuk membuktikan kebenaran kenabiannya, yang memang kondisi pada jaman itu menghendaki seorang nabi memiliki keajaiban-kejaiban sedemikian. Berikut ini kisahnya ketika Sulaiman a.s. diajak oleh seorang Raja Jin untuk mengelilingi langit.

Sejak kecil Nabi Sulaiman a s. telah diperkenalkan kepada dunia-dunia lain selain dari dunia ini. Tersebutlah kisahnya ketika ibunda Nabi Sulaiman a.s., yang memiliki kenalan seorang raja jin yang bernama Thoyib, mengajukan suatu keinginan kepadanya,

"Wahai Raja, mengapa anakku, Sulaiman, kau diamkan saja. Ajaklah ia berkeliling-keliling untuk bertamasya melihat-lihat ke pulau-pulau yang ghaib-ghaib, agar ia tahu alam yang halus-halus di seluruh samudera dan di seluruh gunung yang penuh dengan keindahan dan penuh dengan keajaiban dilihat oleh mata biasa itu."

Read the rest of this entry »

KISAH MENYUSURI ALAM AKHIRAT


KISAH MENYUSURI ALAM AKHIRAT

1600_218

       Tatkala nyawa-nyawa telah dihidupkan kembali, mereka kemudian mencari jasadnya masing-masing. Selama seribu tahun mereka menunggu keputusan Allah SWT sambil duduk, seribu tahun sambil berdiri seribu tahun sambil menengadah terus-menerus, dan seribu tahun sambil menunduk terus-menerus.

Mereka pun bertanya, "Ke manakah kita pergi?"

Mereka segera dihimpunkan ke Padang Mahsyar. Orang-orang kafir dan berdosa terendam oleh banjir peluhnya sendiri. Di padang mahsyar orang yang mula-mula berusaha ialah Nabi Ibrahim as. Beliau bergantung dengan asap ‘Arsy yang naik lalu menyeru:

"Tuhanku dan Penguasaku! Aku adalah khalil-Mu Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada hari ini! Aku tidak meminta kejayaan Ishak dan anakku pada hari ini."

Read the rest of this entry »

Bukti Cinta Pada Nabi


Bukti Cinta Pada Nabi

Alkisah, di negeri Arab ada seorang janda miskin yang mempunyai anak. Karena anaknya menangis kelaparan, janda itu terpaksa harus meninggalkan rumahnya untuk berkelana mencari uang. Di depan sebuah masjid, ia bertemu seorang muslim dan meminta bantuan. “Anakku yatim dan kelaparan, aku minta pertolonganmu,” kata janda itu. “Mana buktinya?” Lelaki muslim bertanya. Janda itu tidak bisa membuktikan karena ia sendiri orang asing di tempat itu. Akhirnya lelaki muslim itu tidak menolongnya.

Setelah itu, janda miskin bertemu dengan seorang Majusi. Ia pun meminta pertolongannya. Orang Majusi itu membawanya ke rumahnya dan memuliakannya dengan memberikan uang dan pakaian.

Read the rest of this entry »

Cinta Sebagai Agama


Cinta Sebagai Agama

Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. Ia tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan.

Sepanjang hari ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya, “Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku bisa persembahkan seluruh hidupku pada-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku bisa menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas. Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu.”

Suatu hari, Nabi Musa as melewati padang gembalaan tersebut dalam perjalanannya menuju kota. Ia memperhatikan sang gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit.. Sang gembala menyapa Tuhan, “Ah, di manakah Engkau, supaya aku bisa menjahit baju-Mu, memperbaiki kasut-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku bisa menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku bisa mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?”

Read the rest of this entry »

ORANG-ORANG YANG SAMPAI


ORANG-ORANG YANG SAMPAI

Imam Al-Ghazali mengisahkan suatu cerita dalam kehidupan Isa bin Maryam. Pada suatu hari Isa melihat orang-orang duduk bersedih di sebuah tembok, dipinggir jalan. Tanyanya, “Apa gerangan yang merundungmu semua?”

Jawab mereka, “Kami menjadi seperti ini lantaran ketakutan kami menghadapi neraka.”

Isapun meneruskan perjalanannya, dan melihat sejumlah orang berkelompok berduka dalam berbagai gaya dipinggir jalan. Katanya, “Apa gerangan yang merundung kalian?” Mereka menjawab, “Keinginan akan sorga telah membuat kami semua begini.”

Isa pun melanjutkan perjalanannya, sampai ia bertemu dengan kelompok ketiga. Tampaknya orang-orang itu telah menderita amat sangat, tetapi wajah mereka bersinar bahagia.

Isa bertanya, “Apa gerangan yang telah membuatmu begitu?”

Mereka menjawab, “Semangat Kebenaran. Kami telah melihat Kenyataan, dan hal itu telah menyebabkan kami melupakan tujuan-tujuan lain yang sepele.”

Isa berkata, “Orang-orang itu telah sampai. Pada Hari Perhitungan nanti, merekalah yang akan berada di Sisi Tuhan.”

Catatan

Kisah Sufi tentang Yesus ini sering mengejutkan mereka yang percaya bahwa kemajuan rohaniah hanya tergantung pada pengolahan masalah ganjaran dan siksa.

Para Sufi mengatakan bahwa hanya orang-orang tertentu bisa mengambil keuntungan dari pelibatan diri pada masalah untung atau rugi; dan bahwa hal ini mungkin hanya merupakan sebagian saja dari pengalaman orang-seorang. Mereka yang telah mempelajari pelbagai cara dan akibat keadaan dan pencekokan (conditioning and indoctrination) mungkin merasa sepakat dengan pandangan tersebut.

Tentu saja, kaum agamawan formal, dalam pelbagai keyakinannya tidak mengakui bahwa pilihan sederhana atas baik-buruk, ketegangan-kelonggaran, ganjaran-siksa hanyalah sekedar bagian-bagian suatu sistem lebih besar dari kesadaran diri.

Read the rest of this entry »

« Older entries