Kebinasaan Qaaruun


Kebinasaan Qaaruun

        gold1600_1012

       Qaaruun alaihila’nah dibinasakan pada hari Rabu. Sebelumnya, ia adalah salah seorang kaum Nabi Musa dan juga sebagai menantunya. Ketika Allah memerintahkan  kepada Nabi Musa agar menuliskan Taurat dengan tulisan emas, Musa berkata: “Ilaahii, dari mana saya mendapatkan emas?”

Maka Allah lalu mengajarkan kepada Musa ilmu kimia.Sedangkan Qaaruun pada waktu itu masih sebagai seorang yang miskin, dengan "keluarga besar”. Ia banyak beribadat kepada Tuhannya, malam ia bangun beribadat, siang ia berpuasa. Melihat keadaannya itu, timbullah rasa kasihan di hati Musa alaihissalaam.


Kemudian Musa mengajarkan kepadanya ilmu kimia, supaya dapat membantunya dalam berbuat kebaktian kepada AllahTa’ala dan supaya ia dapat memberikan nafkah kepada keluarganya. Setelah si Qaaruun mengetahui ilmu kimia itu, ia lalu mengumpulkan harta yang sangat banyak sekali, sehingga digambarkan Allah di dalam Al-Qur ‘an dengan firman-Nya sebagai oerikut:

Yang artinya :
DAN KAMI TELAH MENGANUGERAHKAN KEPADANYA PERBENDAHARAAN HARTA YANG KUNCI-KUNCINYA SUNGGUH BERAT DIPIKUL OLEH SEJUMLAH ORANG YANG KUAT-KUAT. . . (Q.S. Al – Qashash : 76)

Ada pun jumlah anak kuncinya itu sampai memenuhi muatan seratus onta. Berkata Mujahid rahmatullah alaihi, “Ada pun berat anak kunci Qaaruun itu setimbang satu dirham”. Dalam riwayat lain: setengah dirham. Dan tiap-tiap satu kunci itu untuk membuka tujuh puluh pintu.

Tatkala ia telah memulai mengumpulkan dan menumpuk-numpukkan harta kekayaan itu, maka ia pun lalu meninggalkan semua amal ibadah yang sunah. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Musa agar meminta kepada si Qaaruun zakat hartanya. Ketika dihitungnya jumlah zakat hartanya, ternyata jumlahnya sangat besar sekali. Tetapi tidak diberikannya. Qaaruun mempunyai seribu sahaya laki-laki dan seribu sahaya wanita, mereka semuanya diberinya tunggangan bertatahkan emas dan begitu pula pakaian-pakaian mereka semuanya berhiaskan emas.

Akhirnya bani Israel terpecah menjadi dua kelompok; sebahagian berpihak kepada Qaaruun dan sebahagian lagi berpihak kepada Nabi Musa aiaihissalaam. Ketika Nabi Musa tetap memaksanya agar mengeluarkan zakat hartanya, maka berkatalah Qaaruun dalam hatinya: “Besok aku  mengumpulkan penduduk kota semuanya, dan aku akan mendebatnya. Bila ia dapat mengalahkan aku dalam perdebatan itu, aku akan memberikan permintaannya, namun bila tidak, aku tidak akan memberi apa-apa kepadanya.

Pada bangsa Israel kala itu terdapat seorang wanita cantik yang terkenal suka berbuat mesum, si Qaaruun memanggilnya, lalu ia berkata kepada wanita itu. Besok aku akan mengumpulkan semua bangsa Israel, bila engkau mau bersaksi bahwa Musa telah berbuat mesum denganmu dan engkau hamil karenanya, maka aku akan memberikan harta yang banyak kepadamu!

Si wanita itu menerima tawaran Qaaruun tersebut. Keesokan harinya ia mengumpulkan orang orang di rumahnya, dan ia pun tak lupa memanggil  Musa aiaihissalaam. Semua orang yang hadir berkata kepada Nabi Musa aiaihissalaam, “Wahai Musa berilah nasehat kepada kami supaya kami dapat menarik manfaatnya..!”

Nabi Musa menerima permintaan kaumnya tu, ia pun memulai memberikan petuah-petuahnya, diantaranya Musa berkata Barang siapa mencuri, maka potonglah kedua tangannya, barangsiapa merampok, maka potonglah kepalanya; dan barangsiapa berzina, maka rajamlah ia. Lantas Qaaruun bangkit dari tempat duduknya seraya memotong omongan Nabi Musa, berkata: “Wahai Musa, bila engkau yang berbuat seperti apa yang kau ucapkan itu, bagaimana hukum atasmu?” Musa alaihissalaam menjawab: “Seandainya aku yang melakukan itu, maka hukumnya adalah seperti yang telah ditetapkan Allah.”

Maka berkatalah si Qaaruun: “Aku mempunyai saksi bahwa engkau telah berbuat zina dengan perempuan ini, dan ia mengaku bahwa ia hamil karena perbuatanmu itu!”. Tetapi dengan kekuasaan-Nya, Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati wanita itu, dan memalingkan lidahnya dari dusta ke jujur. Si wanita itu berkata: “Sesungguhnya Musa sama sekali tidak melakukan apa yang kau tuduhkan itu Hai Qaaruun! Bahkan si Qaaruunlah yang menyuruh saya agar berdusta dengan menjanjikan akan memberi banyak harta, namun saya takut kepada Allah untuk berbuat dusta terhadap Rasul-Nya!”.

Maka murkalah Nabi Musa mendengar keterangan wanita itu. Beliau lalu berkata: “Hai musuh Allah, apakah yang kau inginkan dari perbuatanmu ini?!”. Kemudian Musa keluar dari tengah-tengah mereka. Lalu ia sujud kepada Allah, bermunajat dan mengadukan prihal tipu daya yang dilakukan Qaaruun terhadapnya. Maka datanglah Jibril alaihissalaam seraya berkata: “Wahai Musa, bahwasanya Allah Ta’ala telah mengatakan untukmu: Aku jadikan bumi taat kepadamu, apa saja yang kau perintahkan kepadanya, ia akan menurutimu!”

Lalu Musa kembali ke tempat Qaaruun, didapatinya si Qaaruun sedang duduk di atas ranjangnya sambil bertelekan dengan bantal sutera halus. Maka Musa pun memukulkan tongkatnya ke tanah sambil memberi isyarat ke arah ranjangnya. Seketika itu juga ranjang yang diduduki Qaaruun itu ditelan bumi, lalu Qaaruun melompat, maka Musa berkata: “Wahai bumi, benamkan ia!” Bumi itu pun lalu menarik Qaaruun hingga ke lututnya. Qaaruun memohon belas kasihan kepada Musa dengan mengiba-iba. namun Musa berkata pula: “Wahai bumi, telanlah ia!” Bumi itu menelan Qaaruun hingga ke lehernya; ia kembali memohon belas kasihan kepada Musa alaihissaiaam, namun Musa tetap tidak menghiraukannya, dan akhirnya Musa berkata kepada bumi: “Wahai bumi, tenggelamkanlah ia!” Maka lenyaplah Qaaruun ditelan bumi, berikut harta kekayaannya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, ketika Musa mendatanginya. Qaaruun ketika itu sedang menunggang kendaraan bersama pengiringnya yang jumlahnya empat ribu orang. Kemudian Musa menyumpahi mereka semuanya hingga kaki-kaki kendaraan mereka tertelan bumi. Mereka meminta tolong kepada Musa, namun tidak dihiraukannya. Malah Musa mengatakan lagi kepada bumi: “Wahai bumi, telanlah mereka semuanya!!” Allah mewahyukan kepada Musa: “la telah meminta pertolongan kepadamu sebanyak empat kali, tetapi tidak juga kau tolong. Seandainya ia minta tolong kepada-Ku, walaupun hanya satu kali, pasti akan Aku tolong ia”.

Orang-orang bani Israel saling membisikkan, bahwa Musa menyumpahi Qaaruun itu adalah dengan maksud hendak menguasai harta kekayaannya. Maka Musa lalu menyumpahi perbendaharaan Qaaruun, sehingga semua kekayaannya pun musnah terbenam ke dalam bumi.

catatan:

Sebab-sebab kebinasaan Qaaruun itu adalah:
1. Karena cinta dunia.
2  Karena menahan zakat harta.
3. Karena kelancangannya menentang Nabi Musa dengan jalan melakukan kedustaan atas beliau.

Maka jauhilah berbuat kedustaan kepada seseorang, dan janganlah menahan zakat hartamu, serta pikirkanlah akibat cinta dunia yang dialami Qaaruun itu Salah seorang penyair bermadah :

BILA DUNIA DATANG KEPADAMU, MAKA BERBUAT BAIK LAH DENGANNYA KEPADA MANUSIA, KARENA IA SENANTIASA BERUBAH-UBAH.

KEMURAHAN ITU TIDAK AKAN MENGHABISKANNYA BILA IA DATANG DAN KEKIKIRAN ITU TIDAK AKAN MENGEKALKANNYA BILA IA PERGI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: