Ketika Aku Melupakanmu, Ya Ramadhan


Ketika Aku Melupakanmu, Ya Ramadhan

 

Kali ini engkau datang lagi, duhai Ramadhan, dengan membawa sejuta tawaran dan janji kebahagiaan.

Tawaran buat mereka yang mendekatimu. Kebahagiaan buat mereka yang merindukanmu.

Saat ini engkau hadir di hadapanku dengan menebar suasana kasih untukku. Kasih yang aku tangkap dari keagungan sosokmu.

Sering aku dengar Rasul mengabarkan tentang keutamaanmu. Selalu aku kenal tentang keberkahan hari-harimu.

Aku paham apa yang ia ucapkan padaku. Aku tahu apa yang harus kulakukan untukmu.

Tapi, entahlah Ramadhan. Makin bertambah usiaku, makin jauh pula aku mengenal dirimu. Bertambah rapuh tulangku, bertambah asing pula engkau bagiku.

Entah jiwa kotor apa yang membelenggu pandanganku. Entah diri mana yang memasung perasaanku.

Padahal aku tahu, Tuhan berikan waktu sepanjang ini, agar aku bisa menangkap isyarat Dia.

Aku tahu Dia menyapaku, seolah-olah Dia berkata, “Hendaklah engkau menjemput bulan-Ku dengan sayap yang kekar dan kaki yang kokoh. Basuhlah jiwamu dengan air suci taubat, selagi Aku masih menghembuskan ruh padamu.”

Aku rasakan sapaan Dia di hatiku, aku sadar siapa gerangan dirimu, tapi aku tak bisa mengenal dirimu.
Diri yang seharusnya aku selami untuk menuju samudra rahmat, ampunan, dan pembebasan.

Ramadhan, betapa aku tidak sadar bahwa dengan mengenalmu, kasih Tuhan terbuka lebar bagiku.

Dengan berpuasa di sisimu, Dia akan mengenal jiwaku, dengan bertaubat dalam jam-jammu, Dia akan merapat padaku.

Aku pun tak merasakan bahwa dengan bersujud dan berzikir dalam detik-detikmu, akan mendekatkan aku dalam pangkuan Dia.

Dengan menjaga akhlak dan indra tubuhku, akan bertambah sayang Dia padaku.

Kini engkau datang dan aku masih saja tak mengenalmu.

Ramadhan, aku tahu engkau enggan menerimaku sebagai tamumu. Aku sadar tak layak bagiku menyentuh halamanmu untuk sampai ke rumah Dia.

Kalau pun aku diundang olehmu, terlalu malu buatku menjadi tamu Dia. Bagiku engkau adalah tempat suci yang setiap mu’min diundang Tuhan untuk hadir di dalamnya.

Dan aku tak seperti mereka yang diundang oleh-Nya. Mereka sudah mengenalmu, mereka sudah berbekal kecintaan dan rasa bahagia ketika menyambut kedatanganmu.

Sedangkan aku mengenalmu pun tidak, apalagi berbekal cinta dan bahagia menyambut kedatanganmu.

Beruntung sudah mereka yang sadar dalam mengenalmu, beruntung sudah mereka yang diundang Tuhan datang ke halaman-Nya.

Di halaman dirimu mereka habiskan seluruh waktunya hanya untuk beribadah kepada-Nya.

Di halaman dirimu mereka habiskan waktunya hanya untuk berkhidmat pada kaum papa dan tiada.

Bersih sudah jiwa mereka, Bening sudah sosok mereka.

Sedangkan aku, tak bisa seperti mereka.

Aku tak membuka diri buatmu, aku terlalu sibuk untuk melakukan itu semua, aku terlalu malas bertindak itu semua.

Ya, seperti tahun-tahun yang lalu, aku masih kaku padamu, aku masih malas merapat padamu, aku masih saja tidak berubah.

Kehadiranmu bagiku adalah siksa buat tubuhku dan lapar buat perutku.

Kedatanganmu mengganggu tidur lelap malamku.

Tibamu membelenggu kebiasaan glamor hidupku.

Aku mencaci kehadiranmu, aku muak dengan sosokmu.

Itulah perasaanku padamu setiap tahun berlalu. Tiada yang berubah dari diriku, sedikit rasa pun tidak.

Entahlah, sosok binatang apa yang ada dalam jiwaku. Sosok nafsu jelek apa yang mendarah daging di tubuhku.

Padahal berita baik tentang keutamaanmu sampai padaku.

Keberkahan dirimu sampai pada telingaku.

Aku tahu setiap ibadah fardu dilipatgandakan pahalanya, setiap taubat diterima disisi-Nya, setiap nafas dihitung zikir di hadapan-Nya, setiap doa diijabah oleh-Nya, setiap kebaikan digandakan oleh-Nya. Setiap membaca satu ayat dihitung khatam Al-Qur’an, setiap memberi makan orang yang berpuasa dinilai membebaskan budak dan diampuni dosanya yang lalu.

Aku tahu keagungan sosokmu itu, aku tahu hikmah mulia dirimu.

Entahlah, aku masih saja mengabaikan dirimu.

Entah apa jadinya diriku. Celaka sudah duhai diriku, binasa sudah wahai jiwaku.

Kapan engkau ubah sikapmu itu semua? Kapan engkau memahami hikmah dan menjalankah itu semua? Kapan pula penantian rindumu hadir untuk Dia? Kapan engkau lempangkan dada cinta untuk Dia. Kapan engkau bersimpuh dan berzikir untuk Dia? Kapan sedikit saja engkau menyentuh pintu taubat kepada-Nya? Dimana rasa malumu itu? Dimana rasa kasihmu itu? Apakah engkau tak bisa merasakan betapa luas kasih sayang Dia kepadamu, betapa tulus kebaikan Dia padamu. Tolong duhai diriku, buka mata batinmu dengan pandangan kasih, hilangkan egomu dengan sedikit saja merasakan kasih Dia. Tolong renungkan hal ini semua.

Sejak kecil tubuhmu lemah dan tak berdaya, Dia berikan kasih sayang-Nya lewat ibu yang mengasihimu.
Setiap engkau menangis, kasih Tuhan mengabarkan pada ibumu untuk segera menyapihmu.

Beranjak kanak-kanak, engkau masih saja lemah dan tak berdaya, Tuhan jaga dirimu dari sesuatu yang akan melukaimu dengan rawatan tulus ibumu.

Beranjak dewasa, Tuhan sentuh kasih ibu dengan memberikan perhatian penuh padamu.

Dia mudahkan urusanmu, Dia lempangkan jalan baik untukmu, Dia sehatkan tubuh dan melindungimu dari segala sesuatu.

Apakah engkau bisa merenung sedikit saja tentang itu semua?

Aku tahu. Tuhan tidak menuntut balasan apa-apa dariku, Tuhan tidak meminta apa-apa dariku.

Namun punya rasa malukah diriku? Punya rasa enggankah diriku? Tidak. aku tak memiliki rasa itu semua, hatiku membatu, perasanku mengarang, jiwaku melegam, pikiranku mengeras. Aku tak sadar akan itu semua Tuhan. Maafkan aku Tuhan.

Ramadhan, kini pandanganku tersingkap sedikit saja, aku mulai tahu sosok dirimu.

Izinkan aku mengenalmu. Izinkan aku menyentuhmu. Ini saja bekalku. Aku berharap engkau mengabarkan pada Dia, sudikah kiranya Dia mengundangku untuk hadir di halaman rumah-Nya.

Aku ingin membersihkan jiwaku. Aku ingin bersuci diri di halaman Dia. Aku ingin Masuk dalam rumah-Nya. Aku ingin di sambut Dia. Aku inigin dipeluk Dia.

Ramadhan, tolong bantu aku dengan doamu. Agar aku bisa berpuasa pada hari-harimu, sujud dalam malam-malamu, berakhlak baik dalam detik-detikmu, dan berkhidmat pada kaum papa dalam tarikan nafasku. Doakan aku dihadapan Dia.

Tolong sebut namaku dalam lirih doamu. Begitu saja pintaku padamu. Sambut aku dengan kasihmu.

Tuhan, aku tak ingin menjadi hamba merugi, walaupun sedikit bekalku menyambut ramadhan-Mu, walaupun tertatih ibadahku di bulan-Mu, walaupun sedikit amal merengkuh ramadhan-Mu.

Tuhan, Aku juga berbekal harap dan doa untuk menyentuh kasih-Mu. Aku bermohon pada-Mu, sudikah Engkau berkenan mendengar keluh kesah dari hamba-Mu yang hina ini.

Tuhanku,

Telah berhenti para pemohon di depan pintu-Mu

Telah berlindung orang-orang fakir ke haribaan-Mu

Telah berlabuh perahu orang-orang miskin pada tepian lautan kebaikan-Mu

dan kemurahan-Mu

dengan harapan dapat menggapai halaman kasih sayang-Mu dan anugerah-Mu

Tuhanku,

Jika sekiranya di bulan ini Engkau hanya menyayangi orang yang ikhlas karena-Mu dalam menjalankan puasa dan salat malamnya,

Maka siapakah yang akan menyayangi pendosa yang berbuat salah bila ia tenggelam dalam lautan dosa dan maksiatnya

Tuhanku,

Jika Engkau hanya menyayangi orang-orang yang taat,

Maka siapakah yang menyayangi orang-orang yang maksiat

Jika Engkau hanya menerima orang-orang yang beramal,

Maka siapakah yang akan menerima orang-orang yang tidak beramal

Tuhanku,

Beruntung sudah orang-orang yang puasa,

Berbahagialah orang-orang yang salat malam,

Selamatlah orang-orang yang ikhlas

Sedangkan kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa

Maka sayangilah kami dengan kasih-sayang-Mu

Dan lepaskanlah kami dari api neraka dengan ampunan-Mu

Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih-sayang-Mu,

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

1 Comment

  1. vriska said,

    05/09/2010 at 06:06

    assalamualaikum wr.wb
    subhanallah, indah sekali
    menggetarkan jiwa
    terima kasih, smg rahmat Allah mengiringi Anda selalu
    amin ya Rabb
    T_T


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: