DOA PEREMPUAN


DOA PEREMPUAN

Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang tolong dengar kata-kataku Masih bolehkah kusapa Engkau seperti dulu:

Kekasih?

Aku ingat Kauhadir bersama langit dan bumi, bersama air, angin, tetumbuhan dan kupu-kupu dan di hadapan sekuntum bunga yang baru mekar Kita tersenyum hingga lenyap langit lenyap bumi lenyap semu dalam wewangian Aku ingat Kauhadir bersama pekat malam tanpa bulan tanpa perapian tanpa peraduan dan lelap aku dalam sujud-Mu yang panjang hingga hadir peri-peri kecil mengetuk pintu mengucapkan salam.

Itu semua ketika aku berpaling dari segala yang bukan kumasak air dan air itu milik-Mu kutatap lekat perkawinan sayur-mayur di belanga dalam ingatanku kepada-Mu kudekap anak-anak titipan-Mu kubangun mimpi-mimpi untuk kehadiran-Mu dan kurasakan Kau tersenyum ketika ingatanku kepada-Mu membuatku menemukan puasa tanpa terbuka dalam tidur dan jagaku yang terjadi semata-mata karena kekuasaan-Mu Tetapi kini Kurasa aku memang tidak layak lagi untuk berkata-kata.

Lihat luka-luka yang kubuat karena kebodohan diriku yang cuma manusia.

Ternyata alam semesta masih milikku, aku merajainya harta benda rumah pakaian milikku, aku menimbunnya keluarga anak-anak milikku, aku takut kehilangan mereka perkiraanku milikku, aku mempercayainya mimpi-mimpi milikku, aku rekayasa wujudnya diriku milikku, kucemburui cerminnya, dan harga diriku juga milikku, enggan hancur aku oleh kefanaannya Bertahun-tahun, Tuhanku Kubuat harapan-harapan indah seharusnya demi hidup-Mu pada kematianku, tetapi ternyata untuk buaianku.

Kusalahkan orang-orang sangkaku demi kebenaran-Mu tetapi ternyata hanya untuk kebenaranku.

Kubuat pembenaran-pembenaran maksudku untuk meninggikan-Mu tetapi ternyata untuk kebanggaanku.

Semua ternyata untuk memperpanjang nafasku saja.

Betapa hinanya kemanusiaanku ini.

Tuhan, dalam tubuh-tubuh manusia yang kelaparan dalam tubuh-tubuh perempuan yang diperkosa dalam tubuh-tubuh anak-anak yang hancur daging dan hatinya dalam tubuh-tubuh yang adalah kelaparan, kesakiitan, kematian dan kedunguanku sendiri, Kau Maha Tahu aku tidak mampu menghirup udara lagi.

Setiap tarikan napasku bau bangkai Setiap tangisku adalah darah busuk Dan seluruh diriku adalah aib.

Tuhan tolong jangan lupakan aku.

Demi ingatanku kepada-Mu, yang adalah anugerah-Mu Katakan langit dan bumi adalah kasih sayang-Mu cukuplah bencana berguncang sampai di sini.

Katakan semua manusia satu cukuplah sumpah-serapah berdarah berkecamuk di dalam ini.

Katakan esok semua kelemahan terampuni.

Cukupkanlah penyesalan membuat kesadaranku tenggelam dalam ampunan-Mu.

Penyesalan ini, semoga abadi.

Penyesalan ini semoga bukan ada karena kesalahan-kesalahan lagi tetapi ada karena Kau adalah Tuhan dan kami ingin lebur dalam Maha Kasih dan Sayang-Mu Tuhan Sayang, Aku minta selendang gendongan untuk menimang dan membesarkan kehidupan baru yang mulai tumbuh di sela-sela reruntuhan ini.

Boleh kan?

(Miranda Risang Ayu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: