Qolbu Yang Kenal Dengan Allah


Qolbu Yang Kenal Dengan Allah

Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya.

Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran, tindakan dan ucapan yang baik pula. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik.

Sebaliknya, sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Ucapan-ucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam, sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah, jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik, Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Karena itu, qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir, bertindak dan berbicara yang baik. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik.

Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. Allah amat menyayangi hamba-hamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik.

Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Setelah selesai melakukan tawaf, Abdullah bin Mubarak tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. Hanya saja, karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Begitu selesai melakukan ibadah haji, Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut, Abdullah bin Mubarak bertanya, apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Untuk itu, setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Beberapa hari sebelum berangkat, istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Dengan lembut dia berkata, “silahkan ambil uang tabungan ini, inilah hajiku.”

Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun, termasuk pahala sekali pun. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain.

Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Karena itu, Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut, Maha Bijak, Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Jadi, barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik.

Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Qolbu yang kenal dengan Allah. Qolbu yang disukai oleh Allah. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah, amin.

(Salman)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: