Ketika Si Gila Tersenyum Padamu


Ketika Si Gila Tersenyum Padamu.

Galen, sang dokter agung itu menyuruh salah seorang asistennya untuk memberinya suatu obat.

“Tuan Guru, obat itu untuk orang gila. Tuan sangat tidak memerlukannya!” Galen berkata,

“Kemarin seorang gila menoleh kepadaku dan tersenyum. Ia mengangkat alisnya ke atas ke bawah. Ia memegang lengan bajuku. Ia tak mungkin berlaku begitu jika tidak melihat pada diriku sesuatu yang cocok dengannya.”

Siapa saja yang merasa tertarik kepada orang lain, betapa pun singkatnya, pastilah memiliki satu kesadaran yang sama. Hanya di kuburan makhluk yang tidak sama bersahabat.

Seorang bijak pernah berkata, “Kulihat bangau dan elang terbang bersama. Aku tak paham. Lalu aku selidiki.

Ternyata mereka memiliki hal yang sama. Keduanya pincang.” Ada sebabnya mengapa kumbang meninggalkan bunga mawar. Ia tidak tahan dengan semua keindahan di dalamnya. Ia ingin hidup di atas kotoran yang busuk, bukan bersama burung bulbul dan bunga-bunga.

(rumi)

Perhatikan siapa yang menghindarimu. Itu juga akan mengungkapkan sifat batiniahmu. Tanda keabadian pada Adam bukan hanya karena para malaikat sujud kepadanya, tetapi juga karena setan tidak mau. (Matsnawi II:2095-2105, 2112-2123)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: