Bebek Lautan


Bebek Lautan

Kamu adalah bebek lautan lepas yang dibesarkan bersama ayam kampung!

Ibumu yang sebenarnya hidup di samudera, tapi pengasuhmu unggas daratan. Jiwamu yang paling dalam mengarah ke lautan. Setiap gerakan darat yang kau buat, kau pelajari dari pengasuhmu, ayam kampung. Sudah datang saatnya kamu bergabung dengan bebek!

Pengasuhmu akan menakut-nakuti kamu dengan air garam, tapi jangan dengarkan dia! Samudera adalah rumahmu, bukan kandang ayam yang bau. Kamu adalah raja, putera Adam, yang dapat menempuh lautan dan daratan. Malaikat tidak berjalan di atas bumi, dan binatang tidak berenang di samudera ruhani.

Kamu adalah pria atau wanita. Kamu adalah keduanya. Kau berjalan tertatih-tatih, dan kamu terbang melingkar berputar mengarungi angkasa. Kita adalah burung-burung air, duhai anakku. Samudera mengenal bahasa kita dan mendengar kita dan menjawab kita.

Laut adalah Sulaiman kita. Melangkahlah ke dalamnya dan biarkan air Daud membuat kita menjadi tetes indah bersama riaknya. Lautan selalu di sekitar kita, tapi karena kesombongan dan kealpaan kita, kadang-kadang kita mabuk laut. (Matsnawi 3:3766-3810)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: