Ihdinashshirootholmustaqiim


Ihdinashshirootholmustaqiim

Tersungkur wujud dalam sujud,

di bening shubuh.

Terpaku menunggu Hudhud penuntun jalan menuju Simurgh.

Sementara dzikir mengalir menyusup di sumsum kalbu,

merindukan Kholiq merindukan Rosul.

Kaki langit mengurung bumi, mengurat batas di titik nisbi,

menjebak menyafir para musafir tabir.

Lantas…

jika tabir berlapir tabir

rahasia apakah yang tersingkap?

Mengukur zarrah dari semesta, mengukur diri dari Ilahi

seperti tiada dari Yang Maha Ada.

Menjejak setapak demi setapak, menyusur jarak tak terbatas. Sebab di sana atau di sini tak ada beda,

maka di manakah shiroothol mustaqim itu?

Duhai Hudhud yang berparuh bismillah,

ceritakan padaku pengetahuanmu tentang Rabb,

ceritakan padaku pengetahuanmu tentang Rosul,

karena aku terlalu miskin untuk bercinta

terlalu hina untuk menjadi kekasih Alloh kekasih Rosul.

Jadi…bekali aku…bekali…

Duhai Hudhud penunjuk jalan Raja Sulaiman,

tunjukkan padaku Shiroth itu

agar tak sesat di muslihat setan

agar tak terjebak di perangkap setan

agar tak terjebak di perangkap Dajjal.

Saat batas semakin samar dan disamarkan

kusutlah garis antara halal dan haram,

haq dan bathil

sunnah dan bid’ah

zindik dan taqwa

baik dan buruk

semua terbentang pada satu garis nifak!

Duhai hudhud pencari sumber air

Katakan pengetahuanmu tetang hal-hal yang tersembunyi,

sebab,

Kalam Ilahi mulai diungkap dengan perhitungan untung rugi,

dan kebenaran hanya lambang satu ambisi,

lantas dimanakah kebenaran sejati bersembunyi,

ketika akal diperbudak oleh nafsu

Wahai Nuh alaihisalam,

ajarkan aku berlayar

agar aku tak karam di badai moral

Duhai Musa alaihissalam,

Pinjami aku tongkat pembelah samudra

Agar tak terdesak di lautan nafsu.

Wahai Khidzir,

beningkan keruhnya kehidupan

agar tak siap di riak-riak faham.

Wahai Yunus alaihisalam,

jinakkan hiu-hiu itu

sebab perahu tak selamanya tenang.

Yaa Muhammad saw,

tak ada yang lebih sempurna dari teladanmu,

lantas,

pantaskah aku merindukanmu ?

sedang aku begitu kotor dari bercak-bercak nifak

dari debu-debu kufur.

(Astagfirullahal azhim)…………….

Duhai Hudhud yang bermahkota kebenaran.

haruskah seekor gagak mengubah wujud menjadi merak.

Jika dia rindu bertemu Simurgh.

sedang Alloh tak melihat wujud atau rupa, tetapi Hati.

Duhai Hudhud utusan sejati dari lembah,

bukankah menemukan Yang Haq harus lewat 7 lembah.

tetapi….

manusia tanpa terbang menyusur lembah-lembah itu merasa dirinya paling benar,

sedang kebenaran mutlak hanya milik Ilahi Robb,

jadi…

apa hak kita mengakuinya?

Yaa Ilahi,

ketika sholat hamba diharuskan khusyu’

ternyata hamba hanya melamun,

ketika diharuskan hamba ikhlas

ternyata beserta pamrih,

ketika diharuskan hamba ihsan

ternyata hanya berkhayal.

Yaa Robb,

hanya kepada-Mu kami kembali

dan hanya Engkau Maha Pemberi Petunjuk

maka…

limpahkan kepada hamba

taufik hidayah dan inayah itu.

Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: