Nikmat Insting


Nikmat Insting

Pernahkah terfikir oleh kita betapa ALLAH MEMBERIKAN SEBUAH NIKMAT YANG SERINGKALI KITA BERI NAMA INSTING. Sebuah kemampuan yang dimiliki manusia tanpa perlu belajar terlebih dahulu. Semua hadir dan disediakan oleh Allah tanpa terlebih dahulu harus dipelajari manusia yang bodoh ini.

Ketika masih bayi, begitu lahir kita menangis. Tangisan itu tak pernah direkayasa. Kita menangis spontan.

Tangisan itu membuat seorang ibu menjadi sangat lega dan bahagia karena perjuangannya berhasil. Tangisan itu membuat seorang ayah melonjak hingga meneteskan air mata bahagia. Tangisan itu menandakan sebuah kehidupan baru yang akan meneruskan apa yang sedang mereka jalani. Dalam hati mereka muncul sejuta harapan meskipun mereka juga tahu bawa tangisan itu berarti bertambahnya beban.

Ingatlah tangis itu bagian dari insting yang diberikan Allah pada kita semua. Bayangkan jika kita lahir tetapi diam saja, entah apa yang akan terjadi !

Sesudah itu pekerjaan sehari-hari kita adalah menangis. Kita lapar maka kita menangis. Pakaian kita basah maka kita menangis. Kita merasa tak nyaman maka kita menangis. Sadarkah kita bahwa insting menangis itulah yang menyelamatkan hidup kita ? Dengan simbol itulah orangtua kita menjadi tahu apa yang harus mereka lakukan.

Orangtua kita secara tiba-tiba memiliki insting lain yang bernama CINTA atau istilah lainnya PERASAAN KEIBUAN DAN KEBAPAKAN. Insting tersebut menjadikan mereka tetap mengurusi kita meski tidurnya kita ganggu, kerjanya kita hancurkan, bajunya kita kotori, rumahnya kita jadikan berantakan, hatinya kita sakiti. Dalam hati mereka tetap terpatri: “Ia adalah anakku”.

Menginjak dewasa, kita diberi INSTING CINTA. Entah bagaimana, tiba-tiba kita menyukai seseorang atau sesuatu tanpa bisa dijelaskan secara logika kenapa kita mencintainya. Ia hadir begitu saja.

Begitu banyak nikmat insting yang kita miliki tanpa harus mempelajari atau membayarnya.

“MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN” (Qs. Ar Rahman).

Teruslah mengidentifikasi dan mendefinisikan berbagai kenikmatan lain agar kita menyadari betapa kecil diri ini dan betapa Allah Maha Besar. Betapa dalam kebesaran-Nya itu Allah terus memberi cinta-Nya. (jos)

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

ORIGINAL TITLE: Nikmat Insting
AUTHOR: Muhammad Aga S (Manajer Tim Nasyid Justice Voice, Yogyakarta)

1 Comment

  1. Hanisya Collections said,

    06/08/2010 at 12:03

    artikel yang sangat menarik….

    tampilkan artikel menjadi profitable di http://www.imcrew.com/?r=359671


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: