Peristiwa-peristiwa Setelah Kematian dan amalan yang dianjurkan


Peristiwa-peristiwa Setelah Kematian dan amalan yang dianjurkan

fg16004018

         Walaupun peristiwa-peristiwa setelah kematian sudah digambarkan dan akan dibuktikan kebenarannya melalui ganjaran-ganjaran yang nanti akan di terima setiap insan, namun ada beberapa daftar amalan yang penting untuk persiapan kita menjelang hari akhir sekaligus saat-saat menjelang hari pengadilan itu. Amalan-amalan dan peristiwa-peristiwa penting ini digambarkan oleh pribadi rujukan, yang akan menolong semua orang dalam persiapan mereka.

Hanya mereka yang sadar tentang realita dan fakta mengenai hari akhirlah yang dapat memberi tahu kita mengenai ini. Mereka adalah Nabi Muhammad SAAW dan keturunannya, yang menjadi penyebab diciptakannya dunia ini. Intisari dari pengajaran mereka adalah barang siapa yang akan melakukan perjalanan, harus membuat persiapan untuk perjalanan tersebut.

Karena itulah setiap hari sebelum tidur, Imam Ali AS mengumumkan dari mesid, “O, manusia, bersiaplah dan buatlah persiapan untuk perjalanmu di hari akhir. Semoga Allah memberi kebaikan atasmu. Si pemberitahu kematian sedang mengumumkan. Perhatian. Bersiaplah. Kamu akan menemui banyak bahaya disana.” (Nahjul Balaghah)

Peristiwa Pertama

Saat yang seseorang alami menjalang hari akhir adalah saat dia mengalami rasa sakit menjelang kematiannya. (“Dan pingsan karena mati akan menjadi kenyataan: hal ini adalah sesuatu yang kamu sedang mencoba menghindarinya.” ) Surat Qaf, ayat 19). Ini adalah saat yang sangat berat.

Disatu sisi, ada rasa sakit yang amat sangat , mulut menjadi bisu dan badan tidak mampu untuk melakukan apapun. Disisi lain, tangis dan ratapan sanak saudara dan bayangan akan berpisah dari mereka selamanya, duka cita dari anak-anak yang menjadi yatim, bayangan akan dipisahkan dari kawan dan pasangan hidup, dengan kekayaan dan harta (yang kita kumpulkan dan kita habiskan waktu kita untuk itu): rasa nyeri kematian bercampur dengan bayangan penderitaan yang akan dialami setelah kematian, semua ini menyebabkan saat ini adalah saat yang sangat menyakitkan, diluar imaginasi manusia.

Shekh Syaduq mengutip dari Imam Ja’far al-Sadiq AS, “Barang siapa yang ingin kematiannya mudah dan bercahaya, dia harus mempertahankan hubungan baik dengan sanak saudara dan berlaku baik dan ramah dengan orang tuanya. Sesorang yang melakukan hal ini akan meninggal dengan mudah dan dalam hidupnya tidak akan merasa kekurangan dan sebaliknya dia akan hidup bahagia.”

Nabi Mulia Muhammad SAAW menyarankan untuk membaca Surat Yasin dan al-Saffat dan membaca doa “La Ilaha Illa Allah al-Haleemul Karim…” (Tiada kekuatan selain Allah, Maha Penyabar dan Maha Baik) diakhir qunut akan membawa keuntungan di saat-saat kematian menjemput. (Saran untuk membaca surat dan doa tertentu untuk tujuan tertentu dikarenakan arti tertentu yang terkandung dalam surat atau doa tersebut; hal ini akan berguna apabila dilakukan dengan keyakinan dan pemahaman bahwa hal ini akan membawa pengaruh tertentu).

Peristiwa kedua

Adiila indal-Maut (Setan mempengaruhi manusia disaat-saat menjelang kematiannya). Pada saat ini, syetan dapat memutarbalikkan kebenaran seseorang menjadi kebatilan. Hal ini dapat terjadi karena syetan selalu berusaha untuk mendekati manusia dan menciptakan keraguan atas keyakinan mereka Sehingga seseorang yang dulunya yakin, menjadi berbalik tidak yakin. Karena ini, seseorang bahkan dapat kehilangan keimanannya dan akan meninggal sebagai seorang kafir.

Tradisi menyarankan kita untuk menggunakan sebuah pengaman, yaitu kebiasaan untuk mengingat Usuluddin beserta bukti-buktinya. Ketika seseorang mengingat Usuluddin dan Talqin, hal ini akan membawa pengaruh atas gagalnya bujukan syetan. Doa-I- Adilla di Mafatihul Jinan juga menolong dan baik untuk dibaca pada saat menjelang kematian. Membawa Tasbih Hazrat Fatimah AS, memakai cincin Aqiq (Cornelian), membaca Surat al-Mu’minun pada hari Jumat, membaca “Bismillahi La Hawla Wa Quwwata Illa Billah” setelah sholat shubuh dan maghrib juga sangat membawa manfaat.

Peristiwa ketiga, Wahsyat al-Qabr (ketakutan dan kengerian di alam kubur). Saat ini lebih berat dan lebih menyakitkan daripada peristiwa sebelumnya. Ketika tubuh dibawa mendekati kuburan, sebaiknya jangan menaruhnya kedalam liang lahat pada saat itu. Karena pada saat ini adalah saat yang sangat menyakitkan, maka sebaiknya perjalanan mengantar jenazah ke liang lahat dihentikan 3 kali sejenak.

Ini penting sebagai persiapan bagi si mayit, karena ruh masih menguasai nafsu didalam tubuhnya. Nabi yang mulia SAAW mengatakan, “Waktu yang sangat menyakitkan bagi seseorang yang meninggal adalah pada saat malam pertama mereka di kuburan. Tolonglah kematian mereka pada saat ini dengan memberi sedekah atas nama mereka dan dengan mendoakan mereka (Sholat al-Wahsyat).

Dalam sholat ini, pada rakaat pertama, seseorang membaca Ayat al-Kursi setelah Surat al-Hamd dan dalam rakaat kedua Surat al-Qadr 10 kali setelah Surat al-Hamd. Atau sebagai gantinya, Surat al-Tauhid 2 kali di rakaat pertama dan Surat al-Takatsur 10 kali di rakaar kedua (setelah Surat al-Hamd). Juga berguna apabila membaca “La Ilaha Illa Allahu Malikul Haqqul Mubiin” (Tidak ada kekuatan selain Allah, Sang Raja, Maha Benar, Maha Ada) 100 kali sehari dan membaca Surat Yasin setiap malam sebelum tidur.

Peristiwa keempat

Penyempitan liang kubur. Saat ini merupakakan saat yang juga sulit. Setiap hari, kuburan selalu memanggil manusia. “Aku adalah rumah peristirahatan bagi pelancong. Aku adalah rumah kengerian dan juga rumah kehormatan. Bagi orang-orang tertentu, kuburan akan menjadi taman diantara taman-taman surga sementara bagi yang lainnya, kuburan adalah lubang neraka.

Imam al-Sadiq AS mengatakan bahwa tidak ada satupun yang dapat menghindari penyempitan ini kecuali:

  1. Imam Ali AS mengatakan bahwa membaca Surat an-Nisa setiap Jumat akan mengamankan seseorang dari penyempitan.
  2. Barang siapa yang terbiasa membaca Surat al-Zukhruf akan aman dari penyempitan liang lahat dan binatang buas di dalamnya.
  3. Imam jafar al-Sadig bersabda bahwa barang siapa yang meninggal antara Kamis siang dan Jumat siang akan aman dari penyempitan.
  4. Imam Jafar al-Sadiq AS mengatakan bahwa siapa pun yang terbiasa melakukan sholat malam akan aman dari penyempitan liang lahat.
  5. Nabi Mulia Muhammad SAAW bersabda bahwa membaca Surat al-Takathur sebelum tidur akan menghindarkan seseorang dari penyempitan.
  6. sesorang yang dikubur di tanah suci Najaf juga dapat terhindar dari penyempitan ini.

Peristiwa kelima

Pertanyaan dari Munkir dan Nakiir. Imam Jafar al-Sadiq mengatakan bahwa seseorang yang tidak percaya bahwa akan ada pertanyaan-pertanyaan di alam kubur adalah salah. Membaca Talqiin 2 kali sebelum penguburan sangat bermanfaat, tetapi khususnya (dan hanya jika) seseorang memiliki kepercayaan ini dan memikirkan hal ini dalam hidupnya.

Peristiwa keenam

Hari Pengadilan. Peristiwa ini adalah yang paling berat dan keras. Ada 50 stasiun dalam Hari Pengadilan, masing-masing lebih sulit dari sebelumnya. Kami mengharap kan Anda, pembaca yang budiman, untuk mendoakan kami.

*) Diterjemahkan dari bagian akhir buku “Journey to Unseen World”, Hujjatul Islam Najafi Quchani, Tanzania, Afrika Timur.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 50 other followers

%d bloggers like this: